Jumat, 07 Juni 2013


BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Bangsa Indonesia setelah berjuang tanpa lelah melawan kemiskinan, penindasan, dan penjajahan hingga memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. bahkan setelah merdekapun bangsa ini harus terus berjuang dan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Berbagai gejolak baik berupa ancaman, gangguan,dan tantangan terus terjadi baik yang berasal dari dalam ataupun dari luar.
Kenyataannya ancaman dating baik hanya dari luar tetapi juga dari dalam. Terbukti, setelah perjuangan bangsa tercapai dengan terbentuknya Negara kesatuan republuk Indonesia, ancaman dan gangguan dari dalam dan dari luar timbul , dari yang bersifat kegiatan fisik sampai dengan idiologis.
Negara kesatuan republic Indonesia bukan Negara kekuasaan yang penyelenggaraannya didasarkan atas kekuasaan semata sehingga menciptakan system dan pola kehidupan politik yang otoriter , melainkan Negara hokum. Didalam Negara hokum penyelenggaraan kekuasaan disusun bukan untuk kepentingan golongan atau perorangan, tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa sehingga dapat menjaga ketertiban seluruh masyarakat.
Penataan kondisi kehidupan yang tangguh , kuat dan kokoh dalam rangka menjaga keutuhan dan kesatuan Negara Indonesia. Yang sering disebut kondisi
ketahanan nasional yang didasarkan pada prinsip-prinsip Negara hokum. Kondisi kehidupan yang dimaksud merupakan pencerminan dari ketahanan nasional yang didasarkan landasan idil,konstitusional,maupun landasan visional.
  1. Perumusan Masalah
a.       Pengertian Ketatahanan Nasional
b.      Landasan Ketahanan Nasional
c.       Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia.
d.      Sifat Ketahanan Nasional
e.       Kedudukan dan Fungsi KetahananNasional
f.       Ketahanan nasional dan Konsepsi ketahanan Nasional
  1. Tujuan
a.       Mengetahui Pengertian Ketatahanan Nasional
b.      Mengetahui Landasan Ketahanan Nasional
c.       Mengetahui Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia
d.      Mengetahui Sifat Ketahanan Nasional
e.       Mengetahui Kedudukan dan Fungsi KetahananNasional
f.       Mengetahui Ketahanan nasional dan Konsepsi ketahanan Nasional

BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi ,berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi mdan mengatasi segala tantangan ,ancaman, hambatan dan gangguan baik yang dating dari dalam maupu dari luar negeri. [Lembanas,2000: 98]
Pengertian baku ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.  
  1. Ketahanan Nasional
a. Landasan Ideal
Landasan ketahanan nasional ideal adalah Pancasila. Sebagai landasan ideal pancasila tidak dapat dilepaskan dengan kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Peranan pancasila dalam kapasitasnya sebagai dasar Negara sebagaimana tersurat dalam pembukaan UUD 1945 pada hakikatnya mencerminkan nilai-nilai pancasila yaitu keseimbangan, keserasian , dan keselarasan, persatuan dan kesatuan.
b. Landasan Konstitusional UUD 1945
Bertolak dari Pancasila sebagai sumber tertib hokum Indonesia yang sekaligus mengandung cita-cita hokum yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945, maka UUD 1945 sendiri merupakan keputusan politik ini kemudian diturunkan dalam norma-norma konstitusional untuk menentukan system Negara dengan bentuk-bentuk konsep pelaksanaannya secara spesipik.
Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan kepada aturan konstitusional berdasarkan atas hokum . kekuasaan dan kewenangan itu jelas ada tetapi tetap dalam kerangka aturan penyelenggaraan Negara menurut hokum yang berlaku.
c. Landasan Visional Wawasan Nusantara
Wawasan nasional yang disebut wawasan nusantara merupakan kebutuhan bagi bangsa untuk menjadi pancaran falsafah pancasila yang diterapkan dalam kondisi objektif bangsa dengan seluruh kondisi dinamisnya.
Wawasan nusantara melandasi upaya meningkatkan ketahanan nasional berdasarkan dorongan mewujudkan cita-cita , mencapai tujuan nasional dan menjamin kepentingan nasional. Dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasional tersebut cara pandang bangsa sangat diperlukan untuk menjaga kesatuan langkah.
  1. Konsepsi Ketahanan Nasional
Konsepsi ketahanan nasional adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan keamanan yang seimbang, serasi, selaras, dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu melandaskan Pancasila, UUD 1945, dan wawasan nusantara. [lemhanas,2000:99]
Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional
Konsepsi dasar ketahanan nasional yang dikembangkan di Indonesia adalah konsepsi dengan model yang dikenal dengan model Astra Gatra. Model ini
merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaanalam yang dapat dicapai dengan menggunakan kemampuannya.
            Unsur aspek kehidupan nasional terbagi atas delapan :
v  Aspek Tri Gatra Kehidupan Alamiah. Bersifat statis,meliputi:
a)      Aspek yang menyangkut pada letak dan kedudukan Geografis Negara Indonesia.
b)      Aspek yang berkaitan dengan keadaan dan sumber kekayaan alam Indonesia
c)      Aspek yang berkaitan dengan keadaan dan kemampuan penduduk Indonesia.
v  Aspek Panca Gatra Kehidupan Sosial. Bersifat dinamis , meliputi:
a)      Aspek Ideologi
Aspek ideology merupakan aspek yang menyangkut suatu system nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa sekaligus nilai tersebut merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi dalam berfikir, bersikap dan berprilaku, yaitu ideology pancasila.
b)     Aspek politik
                                                        i.            Politik dalam negeri, yaitu kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu system demokrasi Pancasila.
                                                      ii.            Politik Luan negeri, yaitu kehidupan pilitik yang dicirikan bebas dan aktif dalam usaha-usaha untuk menjaga ketertiban dunia.
c)      Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang meliputi produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa dan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
d)     Aspek Sosial Budaya, meliputi :
                                                        i.            Kebudayaan Daerah
                                                      ii.            Kebudayaan Nasional
                                                    iii.            Integrasi Nasional
                                                    iv.            Kebudayaan dan Alam lingkungan
e)      Aspek ketahanan dan keamanan
Pertahanan dankeamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh Indonesia dalam mempertahankan dan mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia .
Asas-Asas Ketahanan Nasional
Asas ketahanan Nasional adalah tata laku yang di dasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan pancasila,UUD 1945 , dan wawasan nusantara.
Asas-asas tersebut adalah:
Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan esensial dan wajib
dipenuhi bagi individu maupun masyarakat ataupun kelompok.
Asas Komprehensif Integral
System kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras pada seluruh aspek kehidupanbermasyarakat, bernegara, dan berbangsa.
Asas Mawas ke Dalam dan ke Luar
Ø  Mawas ke Dalam, bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai kemandirian untuk meningkatkan kualitas kemanditian bangsa yang ulet dan tangguh.
Ø  Mawas ke Luar, Bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
  1. Sifat Ketahanan Nasional
Ø  Mandiri ,maksudnya percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah
Ø  Dinamis, maksudnya tidak tetap, tidak stagnan, naik turun, tergantung situasi dan kondisi bangsa dan Negara serta lingkungan strategisnya.
Ø  Wibawa/ kewibawaan adalah derajat yang mampu meningkatkan harga sehingga patut untuk dihormati dan dimulyakan.
Ø  Konsultasi dan Kerjasama, yaitu tidak mengutamakan sikap kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap kerjasama dan saling menghargai.
  1. Kedudukan dan Fungsi Ketahanan
Ø  Kedudukan , merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam membina kondisi kehidupan nasional yang diwujudkan.
Ø  Fungsi, antara lain:
ü  Sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir nasional intuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola kerja yang multi disiplin.
ü  Pola dasar pembangunan nasiomal pada hakikatnya merupakan arah pedoman dalam melaksanakan pembangunan nasional di segala bidang.
ü  Sebagai metode pembinaan kehidupan nasional pada hakikatnya merupakan suatu metode integral yang mencakup seluruh aspek dalam kehidupan Negara.
  1. Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
a. Ketangguhan
Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
b. Keuletan
Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
c. Identitas
Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
d. Integritas
Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
e. Ancaman
Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
f. Hambatan dan gangguan
Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional


BAB III
 PENUTUP
  1. Simpulan
·         Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi ,berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi mdan mengatasi segala tantangan ,ancaman, hambatan dan gangguan baik yang dating dari dalam maupu dari luar negeri. [Lembanas,2000: 98]
·         Landasan Ketahanan Nasional:- Landasan ideal
-          Landasan Konstitusional UUD 1945
-          Landasan Visional Wawasan Nusantara

·         Sifat Ketahanan Nasional:
ü  Mandiri,
ü  Dinamis,
ü  Wibawa,
ü  Konstitusi dan kerjasama.
·         Fungsi Ketahanan Nasional :
ü  Metode pembinaan kehidupan
ü  Doktrin dasar nasional yang multi disiplin
ü  Metode pembinaan kehidupan nasional



DAFTAR PUSTAKA

Soehino. 2008. Ilmu Negara. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta

Ubaidillah. 2000. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: IAIN Jakarta Press



http://abaslessy.wordpress.com/2012/04/30/ketahanan-nasional

















Kamis, 06 Juni 2013

PROFIL IAID


PROFIL Institut Agama Islam Darussalam
(IAID)

Institut Agama Islam Darussalam (IAID) adalah Perguruan Tinggi agama Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam. Rector IAID Dr. H Fadlil Munawwar Mansyur., M.S. IAID lahir pada tanggal 1 Juni 1970. IAID sudah  lama dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calon-calon sarjana, ulama, cendikia yang memiliki visi ke-islaman, keilmuan,kebangsaan dan kemasyarakatan. IAID juga memiliki Fakultas Syari’ah ( Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Tarbiyah ( Program Studi Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah).
VISI IAID
“ Menghasilkan akademisi nuslim yang memiliki intelektual, ketangguhan iman, kepekaan nurani, dan kekuatan moral Program Pascasarjana.”
MISI IAID
  • Melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu-ilmu dan nilai-nilai Islam; Memelihara tradisi keilmuan Islam san sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran Islam;
  • Mengarahkan mahasiswa kepada kepemilikan akhlak mulia, pemikiran rasional, analistis, berorientasi pada pemecahan masalah, dan berpandangan jauh ke depan;
  •  Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan keilmuan dan masyarakat;
  • Memberikan kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan;
  •  Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia;
TUJUAN
“ Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang Ilmu Agama Islam yang kelak dapat bertindak sebagai tenaga penggerak pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengembangan Ilmu Agama Islam.”

Sabtu, 01 Juni 2013

MAKALAH TENTANG ILMU GEOGRAFI




BAB I
PENDAHULUAN
A . Latar Belakang

Geografi merupakan materi pelajaran yang masuk lingkup kajian ilmu pengetahuan sosial (ips). geografi senantiasa memberikan uraian –uraian ilmiah mengenai sifat-sifat bumi, hal itu merupakan satu kajian yang penting yang perlu dibahas dalam mata kuliah ips ini. Selain itu ips mempunyai ruang lingkup serta tujuan, kajian geografi mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu banyak yang berkaitan dengan geografi dan untuk mencapai kesesuaian, pembelajaran geografi mempunyai tujuan tersendiri.

B. Rumusan Masalah
Sesuai latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian geografi ?
2.      Apa tujuan geografi ?
3.      Apa sajakah ruang lingkup geografi ?
4.      Apa sajakah metode geografi ?
5.      Apa konsep dasar geografi ?
6.      Bagaimana implementasi geografi ?

C. Tujuan Penulisan
       Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan pembahasan dalam makalah adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengertian geografi
2.      Untuk mengetahui tujuan geografi
3.      Untuk mengetahui ruang lingkup geografi
4.      Untuk mengetahui metode geografi
5.      Untuk mengetahui konsep dasar geografi
6.      Untuk mengetahui implementasi geografi
D. Metode Penulisan
 Adapun metode penulisan makalah yang digunakan adalah dengan cara study pustaka, yaitu mempelajari buku-buku yang kami jadikan referensi dalam pengumpulan informasi dan data yang ada kaitannya dengan masalah yang akan kami bahas serta pencarian informasi dengan melalui jalur internet.
E. Sistematika Penulisan
          Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
B.       Rumusan Masalah
C.       Tujuan Penulisan
D.       Metode Penulisan
E.        Sistematika Penulisan
BAB II  PEMBAHASAN
1.      Pengertian Geografi
2.      Tujuan Geografi
3.      Ruang lingkup Geografi
4.      Metode Geografi
5.      Konsep dasar Geografi
6.      Implementasi Geografi
BAB III  PENUTUP
A.       Kesimpulan
B.       Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB II
PEMBAHASAN
A . Pengertian Geografi
       Geografi berasal dari kata geographyca (bahasa Yunani). Geo artinya bumi dan graphein artinya lukisan, tulisan, atau uraian. Berdasarkan asal kata tersebut, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi.
       Pengertian bumi dalam geografi tersebut, tidak hanya berkenaan dengan fisik alamiah bumi saja, melainkan juga meliputu segala gejala dan prosesnya baik alamnya maupun kehidunnya.
       Perkembangan perumusan tentang geografi pada kenyataannya menyangkut isi dan maknanya. Dibawah ini beberapa pendapat pakar tentang pengertian geografi:
1. Menurut Hartshorne (1959) geografi berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang berarti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel dari permukaan bumi. Menurut Alexander (1963) Geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia.
2. Menurut Yeates (1963), geografi adalah suatu ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi.
 3. Menurut R.Bintarto (1977) Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisa gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dan unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
4. menurut M. Daljuni, Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mengajarkan kegia
tan manusia di dalam suatu ruang.






B. Tujuan Geografi
Menurut hasil penelitian UNESCO maupu Lounsbury, Geografi memiliki 4 tujuan, yaitu :
1. Geografi sebagai suatu sintesis
Pembahasan geografi pada hakikatnya dapat menjawab substansi pertanyaan-pertanyaan tentang what, where, when, why,dan how.
2. Geografi sebagai suatu penelaahan gejala dan relasi keruangan
Geografi berperan sebagai analisis terhadap fenomena-fenomena, baik alamiah maupun insaniah.
3. Geografi sebagai disiplin tata guna lahan
Disini titik beratnya pada aspek pemanfaatan atau pendayahgunaan ruang geografi yang harus semakin ditingkatkan. Sebab pertubuhan penduduk yang begitu pesat, menuntut peningkatan sarana yang menunjang, baik dari segi kuantitasnya maupun kulaitasnya, seperti : jalan raya, tempat pemukiman, tempat rekreasi, dll.
4. Geografi sebagai bidang ilmu penelitian
Geografi merupakan disiplin akademik yang terutama berkaitan dengan penguraian dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan kewilayahan dalam distribusi lokasi di permukiman bumi. Fokusnya adalah sifat dan saling keterkaitan antar tiga konsep , yaitu limgkungan, tata ruang, dan tempat.

C. Ruang lingkup Geografi
menurut rhoad murphey merumuskan tiga pokok ruang lingkup geografi yaitu:
1.    persebaran dan keterbatasan penduduk dimuka bumi dengan sejumlah aspek keruangan dan bagaimana manusia memanfaatkanya.
2.    interaksi antara manusia dan lingkungan pisih merupakan salah satu bagian dari keragaman wilayah.
3.    kajian terhadap wilayah
D. Metode Geografi
1. Metode Deskriptif
       Metode ini memberi penjelasan, baik yang bersifat alamiah maupun insaniah dengan mengungkapkan karakteristik, ekspolaritas, hubungan fungsional, dan dampak dari suatu fenomena atau peristiwa. Tujuan metode ini adalah untuk mendeskripsikan peristiwa atu kejadian yang ada pada masa sekarang. Metode ini terbagi lagi menjadi :
a. Metode studi kasus
       Merupakan metode penilitian yang digunakan untuk karakteristik individu maupun kelompok dengan mengungkapkan kasus-kasus spesifik yang mencakup pengkajian relasi dan interelasi terhadap individu lain secara mendalam.
b. Metode survey
       Merupakan metode penelitian dengan teknik pengumpulan data, seperti wawancara maupun angket dengan sejumlah sampel besar dan merupakan penelitian yang menggambarkan keadaan terkini untuk memahami opini, pendapat, maupun tanggapan publik.
c. Metode studi pengembangan
       Merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkkan suatu penelitiian secara mendalam untuk memperoleh model, baik dalam tataran teoritis yang sebelumnya sudah ada maupun baru.
2. Metode Eksperimen dan Kolerasi
       metode ini menekankan pengujian hipotesis untuk merumuskan hukum-hukum dan derivasi teori semakin menonjol.
3. Metode ex Post Facto
       Meode ini untuk melihat dan mengkaji hubungan antara dua variabel atau lebih, dimana variabel yang dikaji telah terjadi sebelumnya atau tidak diberi perlakuan khusus. Ex post facto artinya sesudah fakta dalam penelitian ini peneliti tidak perlu melakukan manipulasi atau perlakuan terhadap variabel bebas.

E. Konsep dasar Geografi
  1. Tempat
Konsep tempat merujuk pada suatu wilayah dimana orang hidup berada .
  1. Sensus penduduk
Merupakan suatu konsep Geografi Sosial yang jika di lihat dari sejarah aktivitasnya merupakan salah satu kegiatan statistik tertua dan terluas yang dilakukan oleh pemerintah di seluruh dunia .
  1. Iklim
Menurut Ensiklopedia Indonesia adalah keadaan dari cuaca di suatu daerah  dalam periode tertentu, kedaan variasinya dari tahun ke tahun dan keadaan ekstremnya.
Klasifikasi Iklim menurut Kopen berdasarkan pada curah hujan dan suhu tahunan serta bulanan terdapat lima golongan iklim yaitu:
a.       Iklim tropis penghujan
b.      iklim Kering
c.       Iklim Penghujan bersuhu hangat
d.      iklim hujan salju dingin
e.       Iklim salju kutub
Menurut Thornthwaite yang membagi lima daerah kelembaban dengan Vegetasi karakteristik sebagai berikut :
a.       Daerah basah dengan vegetasi hutan penghujan
b.      Daerah Lembap dengan vegetasi hutan
c.       Daerah setengah lembap dengan vegetasi padang rumput
d.      Daerah setengan kering dengan vegetasi padang rumput luas tanpa pohon.
e.       Daerah kering dengan vegetasi gurun pasir.
4.         laut
laut diartikan sebagai keseluruhan masa air yang saling berhubungan, mengelilingi semua sisi daratan dibumi.
5. Lingkungan
diartikan sebagai segala sesuatu yang ada diluar suatu organism, meliputi lingkungan benda mati (abiotik) dan lingkug hidup (biotik).
6.   Benua
istilah benua merujuk kepada suatu daratan yang begitu luas sehingga bagian tengah daratan yang luas tersebut tidak dapat pengaruh angin laut sama sekali.
7.urbanisasi
konsep urbanisasi memiliki dua pengertian. pertama, para ahli demografi lebih banyak menggunakan istilah ini unuk menunjukan redistribusi penduduk ataupun perpindahan dari wilayah-wilayah pedesaaan ke perkotaan, memberikan makna yang saling spesipik pada tingkat konseptual. kedua, dalam beberapa ilmu sosial lainya, terutama ekonomi, georafi, dan sosiologi.
8.   peta
peta adalah pola permukaan bumi yang dilukiskan pada bidang datar.
9.   kota
konsep kota sebenarnya merujuk pada phenomena yang sangat bervariasi sesuai dengan perbedaan sejarah dan wilayahnya.
10. mortalitas
konsep mortaliltas merujuk pada rangkuman tingkat kematian kotor rata-rata penduduk, yaitu jumlah kematian per tahu perseribu penduduk.
11. khatulistiwa (ekuator)
khatulistiwa adalah sebuah konsep yang merujuk kepada garis khayal yang melingkari bola bumi dan membelahnya menjadi dua bagian yang sma besar, masing-masing 180 derajat
12. demografi
demografi merujuk kepada analisis terhadap berbagai variabel kependudukan.
13. tanah
tanah merujuk kepada suatu wilayah permukaan bumi dengan ciri khas mencakup segala sifat yang sepatutnya stabil atau diperkirakan selalu terulang kembali dari lingkungan hidup yang lurus, diatas atau dibawah wilayah tersebut.
14. transmigrasi
transmigrasi adalah suatu sistem pembangunan terpadu, upaya utuk mencapai keseimbangan penyebaran penduduk.


15. wilayah
wilayah merujuk pada suatu area dipermukaan bumi yang relatif homogen dan berbeda dengan sekelilingnya berdasarkan beberapa kriteria tertentu.
F. Implementasi Geografi
sebagai generasi penerus harus dapat meningkatkan ilmu pengetahuan agar bisa mengelola sumber daya alam yang melimpah tersebut dengan tidak melupakan keragaman budaya yang ada dalam masyarakat
1.    memetakan persebaran phenomena dipermukaan bumi
diatas permukaan bumi banyak sekali phenomena alam dan sosial yang tesebar dan umumnya tidak merata, adanya suatu phenomena tertentu pasti terkait dengan faktor lain yang mempengaruhinya. untuk itu ilmu geografi dengan peta nya mempermudah orang untuk memahami sesuatu yang ada di permukaan bumi. contohnya untuk mengantisipasi bencana banjir menjelang musim hujan.
2.    penentuan lokasi transmigrasi
ketika sebuah lokasi akan dijadikan daerah transmigrasi, ahli geografi tidak menetapkan sebuah lokasi tanpa pertimbangan. biasanya lahan yang akan digunakan yaitu yang masih berupa lahan hutan yang bisa diolah lebih lanjut utuk berbagai kepentingan, misalnya dijadikan sebaga lahan perkebunan pertanian.
3.    potensi dan pemanfaatan sumber daya
dalam aspek pemanfaatan sumber daya geografi membantu dalam hal pemetaan. selain pemetaan sumber daya alam, geografi juga membuat peta kerusakan lingkungan, peta bahaya banjir, peta tingat bahaya erosi, peta longsor, dan peta bencana gunung api.
4.    potensi dan pemanfaatan sumber daya dalam geografi dipelajari cara merencanakan dan mengatur ruang permukaan bumi untuk berbagai kepentingan seperti merencanakan dan memilih lahan pertanian hasil lahan pertanian lebih produktip dan tanpa merusak alam lingkungan sekitarnya. contohnya penempatan lokasi pertanian (lahan basah) selalu berada didekat sumber air untuk mendukug pertumbuhan tanamanya.
pemilihan lokasi industry menjadi penting artinya terkait dengan biaya produksi yang harus dikeluakan. contohnya kegiatan industry di pulau jawa lebih banyak terkonsentrasi pada wilayah-wilayah yang memiliki topografi datar dan dekat dengan aksesibilitas jalan misalnya Surabaya, karawang, dan bekasi sehingga dapat memudahkan dalam mengangkut barang.
dibidang permukiman, geografi mempelajari persebaran daerah-daerah permukiman, baik diperkotaan maupun perdesaan, juga mempelajari cara memilih lokasi-lokasi yang cocok untuk pemukian.
















BAB III
PENUTUP
A . Simpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang melukiskan, menuliskan dan mencitrakan tentang bumi beserta kehidupannya.
  Ruang lingkup geografi meliputi persebaran penduduk di muka bumi dan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Kajian geografi mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan geografi.
Tujuan Geografi
ü  Geografi sebagai suatu sintesis
ü  Geografi sebagai suatu penelaahan gejala dan relasi keruangan
ü  Geografi sebagai disiplin tata guna lahan
ü  Geografi sebagai bidang ilmu penelitian
Metode Geografi
ü  Deskriptif
ü  Eksperimen dan Korelasi
ü  Metode Ex Post Facto
Konsep Geografi
ü  Tempat
ü  Sensus Penduduk
ü  Iklim
ü  Laut
ü  Lingkungan
ü  Benua
ü  Urbanisasi
ü  Peta
ü  Kota
ü  Mortalitas
ü  Khatolistiwa
ü  Demografi
ü  Tanah
ü  Transmigrasi
ü Wilayah
Implementasi Geografi              
  memetakan persebaran phenomena dipermukaan bumi
penentuan lokasi transmigrasi
potensi dan pemanfaatan sumber daya
potensi dan pemanfaatan sumber daya

B. Saran
       Demikian makalah yang dapat kami sajikan tentang geografi yang cukup singkat, namun jika ingin lebih mengetahui tentang geografi dapat mendalaminya dengan berbagai buku ataupun sumber yang berhubungan dengan geografi.












DAFTAR PUSTAKA

Suparman, Dadang. 2007. Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Kuswanto. 2004. Pengetahuan Sosial Geografi. solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Yani, Ahmad. 2008. Geografi Menyikap Fenomena Geosper. Bandung: Grapindo Media Pratama.
Regariana, Meurah Cut. 2006. Geografi. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.